Tumor Leher Mengecil Setelah Konsumsi Daun Sirsak

tumor leherRatih Handayani sempat terkejut dengan adanya benjolan sebesar telur puyuh di lehernya. “Saya tidak mengetahui pada saat pertama kali benjolan itu muncul, ” kata Ratih. Ia tidak merasakan sakit atau nyeri dengan kehadiran benjolan itu. Oleh karena itu Ratih menduga benjolan itu akan mengecil dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari. Ia pun tidak menghiraukan benjolan itu dan melakukan aktivitas normal.

Ternyata prediksi Ratih meleset. Bukannya mengecil, benjolan itu semakin membesar. Selang dua minggu benjolan itu menjadi bertambah besar, seukuran telur ayam. Selain itu, ia merasakan sakit pada saat menolehkan kepala. Khawatir dengan kondisi kesehatannya, Ratih pun memeriksakan diri ke dokter di sebuah rumah sakit di Ciputat Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten. Dokter yang memeriksa mendiagnosis Ratih terkena pembengkakan kelenjar tiroid.

Kasus Tumor
Menurut Dr dr Andhika Rachman SPPD KHOM ada dua penyebab terjadinya pembengkakan kelenjar tiroid, yakni peradangan dan nonperadangan. Jika pembengkakan kelenjar tiroid dikarenakan peradangan maka suara penderita akan menjadi serak dan merasakan nyeri pada saat benjolan itu tersentuh. Pembengkakan kelenjar tiroid bukan dikarenakan peradangan terjadi akibat kekurangan yodium. Dokter Spesialis Penyakit Dalam di rumah sakit Kramat 128 Jakarta itu mengatakan, perlu pemeriksaan lebih lanjut lagi untuk menentukan pengobatan yang harus dilakukan.

Dokter yang memeriksa dan memberikan Ratih obat pengempis benjolan. Dalam waktu satu minggu berselang tidak ada perubahan yang berarti. Ukuran benjolan semakin membesar. Ratih memeriksakan diri ke dokter bedah di rumah sakit yang sama. Dokter memeriksa bagian leher Ratih dengan menggunakan ultrasonografi ( USG ). Hasil pemeriksaan itu menunjukkan ada 7 benjolan berdiameter 1—2, 49 cm di leher sebelah kanan Ratih. Dokter bedah yang memeriksa menyarankan Ratih untuk menjalani operasi pengangkatan benjolan itu.

Ratih menolak untuk menjalani operasi. “Saya khawatir akan efek samping setelah operasi, ” kata warga Ciputat Tangerang Selatan itu. Ia pun memilih tanaman berkhsiat obat yang bisa mengatasi benjolan itu. Setelah mengumpulkan informasi, pilihan Ratih jatuh pada daun sirsak. “Saya menduga benjolan ini tergolong kanker atau tumor, jadi saya mengkonsumsi daun sirsak yang sudah sangat dikenal dengan antikankernya, ” kata ibu 2 anak itu. Setiap hari ia merebus 10 lembar daun sirsak kering dalam 3 gelas air sampai mendidih dan tersisa segelas.

Ia mengkonsumsi air rebusan daun sirsak pada waktu pagi dan sore hari. Pada medio desember 2012 Ratih konsultasi dengan dokter sekaligus herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten dengan Dr Prapti Utami. Menurut Prapti benjolan di leher Ratih tergolong tumor jinak. Sebab, benjolan dari dalam tubuh tergolong tumor, kata wanita kelahiran Wonosobo itu. Pengobatan tumor harus menggunakan campuran herbal, tidak bisa tunggal. Itu bertujuan untuk mempercepat tumor mengecil.

Oleh karenakan itu, Prapti menambahkan resep kunyit putih, sambung nyawa, umbi dewa, sambiloto, dan bawang dayak. Semua herbalis tersaji dalam bentuk kapsul. “Itu untuk memudahkan pasien mengkonsumsi obat herbal, ” kata Prapti. Kunyit putih berkhasiat antiradang. Sambung nyawa bermanfaat menguatkan organ hati. Untuk melancarkan peredaran darah Prapti menggunakan umbi dewa. Sementara itu kalau sambiloto menambah daya tahan dan menyegarkan tubuh. Bawang dayak bagus untuk pencernaan.

daun sirsak lawan tumorSawi terlarang
Selain itu, Ratih tetap mengkonsumsi air rebusan daun sirsak. “Daun sirsak sebagai antitumor, ” ucap Prapti. Daun sirsak yang ampuh sebagi antitumor jika dikombinasikan dengan obat herbal lainnya. Ratih mengkonsumsi 2 kapsul kunyit putih 3 kali sehari, sedangkan herbal lainnya 1 kapsul. Dalam waktu setengah jam setelah mengkonsumsi herbal Ratih sering merasakan bagian tubuh sisi kanan terasa panas. Sensasi panas itu ia rasakan 1—2 jam. “Saya tidak terlalu merasakan sensasi panas pada pagi dan siang hari karenakan sibuk melakukan aktivitas, ” ucap Ratih.

Namun, pada saat malam ia merasakan betul sensasi panas itu. “Saat malam, selesai konsumsi herbal saya tidak langsung tidur, ” kata ibu 2 anak itu. Demi meraih kesembuhan, Ratih tetap mengkonsumsi herbal itu. Menurut Prapti panas itu membuktikan kalau tanaman obat sedang bekerja. Herbalis itu melarang Ratih untuk mengkonsumsi kangkung dan sawi putih, karena kedua sayuran itu berserat tinggi sehingga penyerapan herbal sedikit terhambat.

Ratih juga tidak mengkonsumsi daging merah dikarenakan dapat memicu sel tumor berkembang. Satu bulan berselang benjolan mulai mengecil. Ratih merasa gembira dengan perubahan ini. Tiga bulan setelah mengonsumsi herbal benjolan semakin mengecil hingga seukuran kacang tanah. Apalagi saat ini benjolan itu hanya sebesar kacang hijau. Bagaimana duduk perkara daun sirsak mengatasi tumor pada bagian leher ? Riset peneliti di Sekolah Pengetahuan dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung, Prof Soelaksono Sastrodihardjo PHD bersama mendiang Jerry L McLaughlin dari Purdue University menemukan senyawa aktif acetogenins.

Menurut Soelaksono Acetogenins memicu kematian sel kanker atau tumor. Hasil riset Mega Sari sitorus dari Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara juga mengungkapkan daun sirsak yang bersifat antitumor.

Kesimpulan penelitian pada tahun 2012 itu menyebutkan dosis 2 mg serta 4 mg ekstrak daun sirsak perhari menghambat pertumbuhan tumor. Itu membuktikan bahwa daun sirsak dapat menurunkan aktivitas proliferasi sel setelah tumbuh tumor. Ekstrak daun sirsak berperan sebagai imunomodulator serta antitumor. Sebagai imunomodulator, daun sirsak berperan sebagai sistem imun yang berperan dalam immune surveillance tumor sehingga tumor tidak berkembang.

Sementara sifat antitumor daun sirsak pada aktivitas inhibitor NADH ubiqiunone oxidireductase ( NADH dehydrogenase atau complex i ). Aktivitas ini juga menyebabkan tumor tidak berkembang. Sumber : trubus dan berbagai artikel terkait.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>